KANG BAYU

Beranda » Islami » Mari Mempelajari Hadits !

Mari Mempelajari Hadits !

Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari ‎Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. ‎Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur’an, Ijma dan Qiyas, ‎dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-‎Qur’an.‎
Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi hadits-‎haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam ‎Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa’i, dan Imam Ibnu Majah.‎
Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini.‎
• Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi ‎
-Hadits Mutawatir ‎
-Hadits Ahad ‎
-Hadits Shahih
-Hadits Hasan ‎
-Hadits Dha’if ‎
• Menurut Macam Periwayatannya ‎
o Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu’ atau Maushul) ‎
o Hadits yang terputus sanadnya ‎
 Hadits Mu’allaq ‎
 Hadits Mursal ‎
 Hadits Mudallas ‎
 Hadits Munqathi ‎
 Hadits Mu’dhol ‎
• Hadits-hadits dha’if disebabkan oleh cacat perawi ‎
o Hadits Maudhu’ ‎
o Hadits Matruk ‎
o Hadits Mungkar ‎
o Hadits Mu’allal ‎
o Hadits Mudhthorib ‎
o Hadits Maqlub ‎
o Hadits Munqalib ‎
o Hadits Mudraj ‎
o Hadits Syadz ‎
• Beberapa pengertian dalam ilmu hadits ‎
• Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer
‎ ‎
________________________________________
I. Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya Perawi
I.A. Hadits Mutawatir
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak ‎mungkin sepakat untuk berdusta. Berita itu mengenai hal-hal yang dapat dicapai oleh ‎panca indera. Dan berita itu diterima dari sejumlah orang yang semacam itu juga. ‎Berdasarkan itu, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu hadits bisa ‎dikatakan sebagai hadits Mutawatir:‎
‎1.‎ Isi hadits itu harus hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. ‎
‎2.‎ Orang yang menceritakannya harus sejumlah orang yang menurut ada kebiasaan, ‎tidak mungkin berdusta. Sifatnya Qath’iy. ‎
‎3.‎ Pemberita-pemberita itu terdapat pada semua generasi yang sama.
‎ ‎
I.B. Hadits Ahad
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak mencapai tingkat ‎mutawatir. Sifatnya atau tingkatannya adalah “zhonniy”. Sebelumnya para ulama ‎membagi hadits Ahad menjadi dua macam, yakni hadits Shahih dan hadits Dha’if. Namun ‎Imam At Turmudzy kemudian membagi hadits Ahad ini menjadi tiga macam, yaitu:‎
I.B.1. Hadits Shahih
Menurut Ibnu Sholah, hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. Ia ‎diriwayatkan oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga akhirnya tidak ‎syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak mu’allal (tidak ‎cacat). Jadi hadits Shahih itu memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :‎
‎1.‎ Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur’an. ‎
‎2.‎ Harus bersambung sanadnya ‎
‎3.‎ Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil. ‎
‎4.‎ Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya) ‎
‎5.‎ Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) ‎
‎6.‎ Tidak cacat walaupun tersembunyi. ‎
I.B.2. Hadits Hasan
Ialah hadits yang banyak sumbernya atau jalannya dan dikalangan perawinya tidak ada ‎yang disangka dusta dan tidak syadz.‎
I.B.3. Hadits Dha’if
Ialah hadits yang tidak bersambung sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yang tidak ‎adil dan tidak dhobit, syadz dan cacat.
‎ ‎
II. Menurut Macam Periwayatannya
II.A. Hadits yang bersambung sanadnya
Hadits ini adalah hadits yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad SAW. ‎Hadits ini disebut hadits Marfu’ atau Maushul.
‎ ‎
II.B. Hadits yang terputus sanadnya
II.B.1. Hadits Mu’allaq
Hadits ini disebut juga hadits yang tergantung, yaitu hadits yang permulaan sanadnya ‎dibuang oleh seorang atau lebih hingga akhir sanadnya, yang berarti termasuk hadits ‎dha’if.‎
II.B.2. Hadits Mursal
Disebut juga hadits yang dikirim yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi’in dari ‎Nabi Muhammad SAW tanpa menyebutkan sahabat tempat menerima hadits itu.‎
II.B.3. Hadits Mudallas
Disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh ‎sanad yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada cacatnya, padahal sebenarnya ada, ‎baik dalam sanad ataupun pada gurunya. Jadi hadits Mudallas ini ialah hadits yang ‎ditutup-tutupi kelemahan sanadnya.‎
II.B.4. Hadits Munqathi
Disebut juga hadits yang terputus yaitu hadits yang gugur atau hilang seorang atau dua ‎orang perawi selain sahabat dan tabi’in.‎
II.B.5. Hadits Mu’dhol
Disebut juga hadits yang terputus sanadnya yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para ‎tabi’it dan tabi’in dari Nabi Muhammad SAW atau dari Sahabat tanpa menyebutkan ‎tabi’in yang menjadi sanadnya. Kesemuanya itu dinilai dari ciri hadits Shahih tersebut di ‎atas adalah termasuk hadits-hadits dha’if.
‎ ‎
III. Hadits-hadits dha’if disebabkan oleh cacat perawi
III.A. Hadits Maudhu’‎
Yang berarti yang dilarang, yaitu hadits dalam sanadnya terdapat perawi yang berdusta ‎atau dituduh dusta. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya sendiri bahkan tidak pantas ‎disebut hadits.‎
III.B. Hadits Matruk
Yang berarti hadits yang ditinggalkan, yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang ‎perawi saja sedangkan perawi itu dituduh berdusta.‎
III.C. Hadits Mungkar
Yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan ‎dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya / jujur.‎
III.D. Hadits Mu’allal
Artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat ‎yang tersembunyi. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadis Mu’allal ialah hadits ‎yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Hadits ini biasa ‎disebut juga dengan hadits Ma’lul (yang dicacati) atau disebut juga hadits Mu’tal (hadits ‎sakit atau cacat).‎
III.E. Hadits Mudhthorib
Artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari ‎beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidak sama dan kontradiksi dengan yang ‎dikompromikan.‎
III.F. Hadits Maqlub
Artinya hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang dalamnya ‎tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad ‎‎(silsilah) maupun matan (isi).‎
III.G. Hadits Munqalib
Yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah.‎
III.H. Hadits Mudraj
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang didalamnya terdapat tambahan ‎yang bukan hadits, baik keterangan tambahan dari perawi sendiri atau lainnya.‎
III.I. Hadits Syadz
Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya) ‎yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi (periwayat / ‎pembawa) yang terpercaya pula. Demikian menurut sebagian ulama Hijaz sehingga ‎hadits syadz jarang dihapal ulama hadits. Sedang yang banyak dihapal ulama hadits ‎disebut juga hadits Mahfudz.
‎ ‎
IV. Beberapa pengertian (istilah) dalam ilmu hadits
IV.A. Muttafaq ‘Alaih
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber ‎sahabat yang sama, atau dikenal juga dengan Hadits Bukhari – Muslim.‎
IV.B. As Sab’ah
As Sab’ah berarti tujuh perawi, yaitu:‎
‎1.‎ Imam Ahmad ‎
‎2.‎ Imam Bukhari ‎
‎3.‎ Imam Muslim ‎
‎4.‎ Imam Abu Daud ‎
‎5.‎ Imam Tirmidzi ‎
‎6.‎ Imam Nasa’i ‎
‎7.‎ Imam Ibnu Majah ‎
IV.C. As Sittah
Yaitu enam perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Ahmad bin Hanbal.‎
IV.D. Al Khamsah
Yaitu lima perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Bukhari dan Imam ‎Muslim.‎
IV.E. Al Arba’ah
Yaitu empat perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari ‎dan Imam Muslim.‎
IV.F. Ats tsalatsah
Yaitu tiga perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari, ‎Imam Muslim dan Ibnu Majah.‎
IV.G. Perawi
Yaitu orang yang meriwayatkan hadits.‎
IV.H. Sanad
Sanad berarti sandaran yaitu jalan matan dari Nabi Muhammad SAW sampai kepada ‎orang yang mengeluarkan (mukhrij) hadits itu atau mudawwin (orang yang menghimpun ‎atau membukukan) hadits. Sanad biasa disebut juga dengan Isnad berarti penyandaran. ‎Pada dasarnya orang atau ulama yang menjadi sanad hadits itu adalah perawi juga.‎
IV.I. Matan
Matan ialah isi hadits baik berupa sabda Nabi Muhammad SAW, maupun berupa ‎perbuatan Nabi Muhammad SAW yang diceritakan oleh sahabat atau berupa taqrirnya.
‎ ‎
V. Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer
‎1.‎ Shahih Bukhari ‎
‎2.‎ Shahih Muslim ‎
‎3.‎ Riyadhus Shalihin ‎
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/hadits


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Big DayMaret 5th, 2012
The big day is here.
%d blogger menyukai ini: