KANG BAYU

Beranda » Cerita Inspiratif » UMUM » Pengertian Wafat (Isa)!!!

Pengertian Wafat (Isa)!!!

Ada sahabat saya yang bertanya, Apakah pengertian ayat: “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu (mewafatkanmu) dan mengangkat kamu kepada­Ku” . Apakah pengertian `wafat’ di ayat ini adalah makna sesungguhnya atau tidak???

Makna `wafat’ yang tepat adalah `tidur’. Yaitu, Allah mengangkat nabi Isa ke sisi-Nya dalam keadaan tidur. Dalam bahasa Arab, `tidur’ sah dipakaikan dengan makna wafat, setidaknya hampir serupa dengan wafat (mati), sebagaimana firman Allah yang artinya:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang befum mati di waktu tidurnya; maka la tahan jiwa (orang) yang telah ia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.

Maksudnya, orang hidup wafat di dalam tidur, ketika ruh mereka secara khusus terpisah, mereka kehilangan kepekaan, tidak bersuara, tiada gerakan-gerakan kesengajaan, kemudian ketika bangun ruh itu kembali.

Dalam hadits disebutkan, Nabi saw. berdoa ketika hendak tidur: “Dengan Nama-Mu wahai Tuhanku, aku baringkan badanku, dan dengan Nama-Mu juga aku mengangkatnya. Kalau Engkau mencabut nyawaku, sayangilah ia, dan jika Engkau belum mencabutnya, jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga nyawa hamba-hamba-Mu yang shalih”. Ketika Rasulullah saw. bangun, ia membaca doa: “Segala puji bagi Allah Yang telah menghidupkan kami setelah Dia mematikan kami, dan hanya kepada-Nya tempat kembali”. dan membaca: “Segala puji bagi Allah Yang telah mengembalikan ruhku kepadaku dan Yang telah menyehatkan jasadku.”

Dengan adanya bukti hadits-hadits ini jelaslah, bahwa makna ayat tersebut adalah: Sesungguhnya Aku mematikanmu seperti rupa yang mati waktu tidur, ketika itu engkau tidak merasakan diangkat ke langit. Artinya, nabi Isa tertidur pulas, dan dalam keadaan tidur pulas itulah Allah mengangkatnya ke langit, sesuai dengan kehendak Allah. Nabi Isa tidak terbangun kecuali setelah sampai di langit.

Ulama lain berpendapat, nabi Isa diwafatkan, dengan pengertian mati yang sesungguhnya, tapi sebentar. Ketika dalam kondisi tidak bernyawa, ia diangkat ke langit, kemudian ia dibangkitkan, dan kembali hidup.

Mathar al-Warraq menafsirkan ayat `sesungguhnya Aku mewafatkanmu…’ yaitu mewafatkanmu dari dunia, tapi bukan berarti mati. Penafsiran yang sama juga ditarik oleh Ibnu Jarir: Sesungguhnya wafatnya Isa adalah diangkatnya dari dunia karena ia tidak ahli dunia, ia juga tidak memerlukan kebutuhan yang dibutuhkan penduduk dunia seperti makan dan minum, bangun dan tidur, dan sebagainya. Hadits-hadits cukup banyak mengkabarkan turunnya nabi Isa di akhir zaman nanti, dan ia akan memakai hukum Islam, ia mematahkan palang-palang salib, memusnahkan babi, meniadakan upeti/pajak, dan yang ia terima hanyalah agama Islam. Hal ini diperkuat dengan firman Allah swt. yang artinya:

“Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya (sebelum kematian Isa). Dan di hari akhir nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka” . Wallahu’alam.


3 Komentar

  1. WENNY mengatakan:

    Kurangnya pengetahuan yang benar tentang Yesus dalam diri Muhammad membuat membuat pengertian akan Yesus menjadi berubah, dan kurangnya pengetahuan tentang Yesus dalam Al-qur’an membuat mereka mengenal “Yesus” yang lain, yang pribadinya berbeda dengan yang kita kenal.
    Muhammad berusaha mengacu kepada Yesus yang sama dengan orang Kristen dan Yahudi, tapi karena kurangnya pengetahuan tentang Yesus membuat pemahaman mereka menjadi jauh berbeda dengan pemahaman Kristen.

    Orang Yahudi yang menolak Yesus tentu tidak pernah memberi pujian kepada Yesus. Mereka selalu membuat lelucon dengan memberi julukan mengacu kepada nabi-nabi terdahulu. Orang Yahudi membuat lelucon kepada Yesus dengan mengatakan,”Dia sangat bijaksana! Dia seperti Esau!!!”

    Dalam bahasa Ibrani kata Esau = Isyai.
    Esau adalah orang yang telah menjual hak kesulungan demi semangkuk sup.

    Orang-orang Yahudi mengambil sosok seorang yang bodoh sebagai perbandingan dengan Yesus. Muhammad nampaknya menyangka bahwa “Isyai” itu adalah nama asli dari Yesus. Dan dalam Al-Qur’an nama “Isyai” pun berubah menjadi “Isa”.

    Sumber: Fleteimer, Curt, 1956 “Christianity and Islam: The Son and The Moon” Hal.142

  2. Angling Darmo mengatakan:

    Isa DAN muhammad Sama2 utusan alloh…isa ada krna muhammad muhammad ada krna isa..jd dua2nya sebutulnya satu paket..yg telah diciptakan dan direncnakan tuhan,wallohu’alam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Big DayMaret 5th, 2012
The big day is here.
%d blogger menyukai ini: