KANG BAYU

Beranda » Cerita Inspiratif » UMUM » Kisah Islam; Perang Khandaq

Kisah Islam; Perang Khandaq

Di kota Madinah, ada kebiasaan masyarakat Badui yang sangat tidak di sukai Nabi Muhammad saw. Yaitu kebiasaan menjarah dan mengambil harta orang. Karena itu, mereka seringkali mendapat hukuman dari Nabi saw.yang bertindak sebagai kepala pemerintahan Madinah. Selain mereka, terdapat beberapa suku Yahudi yang melihat perkembangan Islam sebagai sebuah ancaman bagi masa depan kehidupan mereka, karenanya tak heran kalau kemudian mereka menjalin kerja sama dengan kafir Quraisy secara diam-diam. Setelah perang Uhud, yahudi Bani Nazir diusir dari Madinah, karena telah bersekutu dengan kaum kafir Quraisy. Sejak pengusiran mereka, mereka menjadi mata-mata orang kafir Quraisy. Mereka selalu mengawasi dan mengamati kondisi umat islam di Madinah.

Pada tahun 627 M kafir quraisy Mekah, suku-suku badui dan golongan yahudi membentuk pasukan gabungan sejumlah 10.000 pasukan tempur dikerahkan untuk menggempur Madinah. Di antara mereka terdapat 600 pasukan tentara berkuda dibawah pimpinan Abu Sufyan.

Ketika Nabi saw menyadari ancaman ini, beliau mengerahkan pasukan tempur sebanyak 3000 tentara untuk menghadapi musuh. Atas saran Salman al-Farisi, Nabi saw. Memutuskan sistem pertahanan dengan menggunakan parit besar mengitari perbatasan kota Madinah. Beliau juga memerintahkan penduduk yang tinggal diluar kota Madinah untuk masuk kota. Beliau mengamankan Wanita, anak-anak ke atas menara dan loteng-loteng di dalam kota. Pekerjaan menggali parit dikerjakan oleh seluruh tentara seluruh pasukan muslimin Madinah. Bahkan Nabi turut bekerja bersama-sama mereka mnggali parit sambil mengatur strategi pertahanan perang.

Para pemuka kafir Quraisy Mekah terheran-heran ketika mengetahui strategi pertahanan yang dipersiapkan Nabi Muhammad saw. karena strategi semacam ini belum pernah ditempuh dalam peperangan besar bangsa-bangsa Eropa sekalipun. Dalam perang ini tentara gabungan kafir Mekah, Yahudi dan suku-suku Badui mengepung kota Madinah. Setiap kali mereka menerobos menyerang pasukan muslimin yang berada di dalam kota Madinah, dengan mudah serangan mereka digagalkan. Serangan dan pengepungan  yang mereka lakukan berhari-hari, sehingga persediaan makanan mereka mulai berkurang. Pada suatu hari tiba-tiba datang angin kencang disertai badai pasir yang merobohkan tenda-tenda mereka yang merupakan pertolongan Allah yang diberikan kepada umat Islam yang sedang mempertahankan diri dari kepungan kafir Quraisy di Madinah. Hal inidapat dilihat dalam Q.S Al-Ahzab ayat 9 yang artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah(yang telah dikaruniakan) kepadamu, ketika bala tentara datang kepadamu, lalu kami kirmkan kepada mereka angin tofan dan bala tentara yang tidak terlihat olehmu. Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Melihat situasi dan kondisi seperti ini, akhirnya pasukan kafir Quraisy tidak berdaya lagi untuk mnersukan penyerangan atas kota Madinah. Dalam situasi keritis seperti ini, Abu Sufyan mengambil langkah membubarkan pasukan sekutunya kembali ke Mekah ke tempat masing-masing dengan membawa kekalahan dalam Perang Khandaq.

Setelah berhasil memenangkan perang, umat islam bersi keras untuk mengusir penduduk kaum Yahudi yang membantu kafir Qurasiy dalam perang Khandaq tersebut. Suku-suku Yahudi yang diusir itu adalah Bani Quraydzah. Namun mereka meminta banding kepada Nabi saw agar mereka di adili oleh pemuka mereka sendiri. Permohonan itu di penuhi dan Nabi menunjuk Sa’ad bin Mu’adh sebagai hakim yang akan memutuskan hukuman kepada mereka. Menurut keputusan Sa’ad, sekitar 300-400 orang Yahudi layak dijatuhi hukuman mati. Sementara perempuan dan anak-anak mereka yang masih kecil dijadikan sebagi budak, sedangkan sisa dari mereka diusir menuu Syiria. Adapun harta benda mereka akan disita yang akan dibagi kepada mereka yang ikut berperang.

Kemenangan umat Islam dalam Perang Khandaq membuat nama umat islam dan kota Madinah semakin harum dan disegani. Sehingga para pembesar negeri tetangga menawarkan diri untuk bekerja sama dengan kekuatan kaum Muslimin di Madinah. pada tahun ke-6 H, Nabi Muhammad saw. menetapkan ketentuan yang berlaku bagi seluruh penganut agama Kristen. Mereka tidak diwajibkan membayar pajak yang tidak berlaku umum. Tidak seorang pun yang dapat dipaksa keluar dari biaranya. Tidak sebuah gereja pun boleh dirobohkan untuk dijadikan Masjid. Wanita Kristen yang dinikahi oleh laki-laki muslim, tetap terjamin kebebasan menjalankan agamanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Big DayMaret 5th, 2012
The big day is here.
%d blogger menyukai ini: